Kuliner Wisata

Kuliner Wisata

Mudah Memilih Makanan Sehat dengan Logo Pilihan Lebih Sehat


Setiap orang selalu ingin memberikan yang terbaik untuk dirinya dan orang-orang disekitarnya, begitu pula saya. Bagaimana dulu saya yang punya pola makan gak terlalu baik menginginkan perubahan, bagaimana bisa merubah semakin baik. Minimal asupan yang dimakan sehat tidak asal ambil saja karena suka, karena bagi saya apa yang masuk ke dalam tubuh adalah aset untuk kesehatan kita dimasa mendatang


Apalagi sejak 2,5 tahun lalu saya dinyatakan positif hamil, saya langsung merubah pola pikir dan pola makan. Mengkonsumsi makanan yang matang bukan setengah matang, konsumsi makanan jelas (tidak sembarangan), bahkan kalau perlu saya masak setiap hari untuk konsumsi saya dan keluarga. Asupan ini sangat penting karena pengaruh dengan janin yang saat itu dalam perut, was-was setiap periksa dokter karena bagaimana berat badan dan tumbuh kembangnya selalu dipantau saat bertemu dengan dokter.


Hal tersebut saya lakukan sampai hari ini, saya terus berusaha untuk menjaga kesehatan keluarga terutama anak saya, Viona. Di tambah dengan adanya situasi di masa pandemi seperti ini, perhatian saya terhadap memilih produk pangan untuk dikonsumsi semakin ketat



Sebagai konsumen juga, saya selalu menginginkan produk yang baik dan sehat. Banyak makanan dan minuman diluar sana, tetapi saya sangat selektif untuk ini. Pengetahuan saya mengenai makanan baik untuk keluarga selalu saya update, demi kebaikan bersama. Kemarin kebetulan banget bisa belajar mengenai Cara Cerdas Memilih Produk Pangan Dengan Logo “Pilihan Lebih Sehat”. Pembicaranya pun sangat banyak dengan materi yang sangat mereka kuasai. Pembicara kali ini adalah :

  • Dra. Sutanti Siti Namtini, Apt, Ph.D – Direktur Standardisasi Pangan Olahan, Deputi Pengawasan Pangan Olahan, Badan POM 
  • Yusra Egayanti, S.Si, Apt, MP – Kepala Subdit Standardisasi Pangan Olahan Tertentu BPOM
  • Dr. Rimbawan – Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor Indonesia
  • Ganesan Ampalavanar – Presiden Direktur Nestlé Indonesia
  • Debora Tjandrakusuma – Direktur Corporate Affairs Nestlé Indonesia
  • Donna Agnesia – Ibu Inspiratif



Ibu Yusra Egayanti, S.Si, Apt, MP menjelaskan bahwa menurut penelitian banyak orang Indonesia yang terkena penyakit tidak menular akibat pola makan yang kurang tepat. Gula, garam dan lemak menjadi pemicu utama penyakit tidak menular ini. Bahkan Yogyakarta menjadi kota tertinggi yang mengkonsumsi gula, garam dan lemak tertinggi dikonsumsi oleh DKI Jakarta. Bahkan pada tahun 2012 dari 56 juta kematian 68%nya diakibatkan oleh penyakit tidak menular dan ada perhitungan lain kalau data kematian 40% adalah kematian sebelum usia 70th


BPOM menghadapi hal ini memberikan kebijakan dengan mempromosikan Pola Pangan Sehat, sosialisasi untuk memberikan makanan sehat keluarga. Dengan memberikan makanan sehat maka kesehatan keluarga lebih terjaga. BPOM sangat berupaya untuk hal ini dengan memberikan pelabelan gizi yang menuliskan informasi nilai gizi yang terkandung didalam makanan ini. Informasi nilai gizi ini mencantumkan takaran saji, jumlah sajian per kemasan, jenis kandungan dan zat gizi, persentase AKG dll


Ada juga mengenai logo “Pilihan Lebih Sehat”, logo ini sangat penting dan tidak bisa diletakkan begitu saja karena ada aturannya. Produk minuman siap konsumsi yang telah memperoleh logo “Pilihan Lebih Sehat” memiliki kandungan maksimal gula 6gr per 100ml dan tidak menggunakan pemanis. Jika produk minuman siap konsumsi yang dijual tidak memenuhi standar ini maka logo “Pilihan Lebih Sehat” tidak bisa diberikan. Selain itu pada bagian logo “Pilihan Lebih Sehat”ada asupan gizi harian yang baik dan diberi warna monokrom supaya lebih mudah dilihat



Dr. Rimbawan selaku akademisi di Departemen Gizi Masyarakat IPB menjelaskan  Pemahaman Gizi yang bersumber dari Label Pangan Olahan. Kebiasaan membaca label pangan pada masyarakat Indonesia biasa nya yang teliti Perempuan dengan nilai 78% dan rata-rata usia  28th, bagaimana setiap membeli makanan selalu teliti membaca produk. Supaya tidak salah saat membeli produk. Bagi perempuan yang utama dilihat adalah : harga, masa kedaluwarsa, ING dan Halal. Jika pada laki-laki yang biasa dilihat : harga, halal, masa kedaluwarsa dan ING


Kebiasaan membaca label ini mempengaruhi pada pengambilan keputusan untuk pembelian barangnya. Apakah jadi membeli barang ini atau tidak. Selain itu menurut penelitian dampak membaca label nutrisi ini sangat baik. Biasanya yang suka membaca label nutrisi makanan kesehatannya lebih baik daripada yang tidak membaca. Selain itu konsumen yang membaca label nilai gizi lebih banyak mengkonsumsi makanan yang menyehatkan


Label pangan baik itu memberikan banyak informasi yaitu :

  • Informasi komposisi bahan penyusun dan sifat produk
  • Melindungi konsumen dari kemungkinan kesalahan penggunaan, resiko dan bahaya
  • Menciptakan lingkungan pemilihan pangan lebih kondusif untuk lebih sehat
  • Membantu konsumen membuat keputusan
  • Memastikan konsumen mendapatkan nilai lebih dari uang yang dibelanjakan



Ibu Debora selaku Direktur Nestlémenjelaskan bahwa Nestlé ikut melakukan perbaikan demi gizi yang baik bagi para konsumennya. Produk yang dibuat oleh Nestlé sangat mendukung dengan program yang dibuat pemerintah, bagaimana membuat makanan yang baik. Nestlé melakukan pengurangan Gula pada Milo Activ-Go dan Dancow, ini salah satu langkah konkrit dari Nestlé


Nestlé juga menyediakan Informasi Gizi yang transparan dan mudah dipahami oleh konsumen, dengan mencantumkan informasi nilai gizi pada bagian utama label dan meletakkan logo “Pilihan Lebih Sehat”. Ini langkah pasti yang saat ini sudah dilakukan oleh Nestlé untuk kebaikan. Selain kedua produk ini akan terus banyak produk yang dikembangkan bagi kesehatan. Ini adalah salah satu upaya Nestlé untuk membangun generasi Indonesia lebih baik lagi, Nestlé sangat berkomitmen mengenai hal ini. Bisa dilihat di Link Sahabat Nestlé http://bit.ly/SNpilihanlebihsehat



Donna Agnesia sebagai Ibu Rumah Tangga, aktris Indonesia dan Konsumen juga membagikan ceritanya selama ini bagaimana memilih makanan yang baik untuk anak. Selama ini meski memiliki asisten tetapi untuk belanja bulanan Donna Agnesia tidak memberikan tanggung jawab ini pada orang lain. Ia sendiri yang melakukan kegiatan ini, apalagi selama pandemi ini selalu bersama suami Darius untuk belanja bulanan


Donna bagian memilih apa yang akan dibeli dan bagian Darius yang membaca detail nilai gizi, kedaluwarsa, dll. Ini penting supaya apa yang dibeli benar-benar baik untuk keluarga. Apalagi saat pandemi begini imun sangat penting untuk tubuh kita dan keluarga





Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Mudah Memilih Makanan Sehat dengan Logo Pilihan Lebih Sehat"

  1. Asik bangeettt ada logo "Pilihan Lebih Sehat" sungguh memudahkan emak2 ketika grocery shopping.
    Ga perlu melototin tulisan kicik2 ingredients yg ada di packaging produk ye kaaan

    ReplyDelete
  2. Waduh ternyata saya salah satu orang yang kurang selektif. Selama ini kalau membeli produk saya cuma lihat tanggal kadaluarsanya aja, ternyata banyak hal lain yang penting juga diperhatikan. Mulai sekarang harus lebih selektif lagi nih, jangan cuma karena tanggal kadaluarsa aja akhirnya hal yang lain terabaikan.

    ReplyDelete

Terkini