Kulinerwisata

Berantas DBD dengan Nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia


Siapa sich yang tidak tau apa itu DBD? Bagi banyak orang DBD kini menjadi salah satu penyakit yang sangat ditakuti oleh banyak orang, karena tak jarang sesorang yang mengidap penyakit Demam Berdarah bisa meninggal karena keterlambatan dalam hal penanganan dan pengetahuan seputar penyakit ini.

Kini di Jogja didirikan sebuah pusat penelitian Eliminate Dengue, pusat penelitian yang meneliti lebih dalam tentang nyamuk Aedes Aegypti. Sebagai lembaga non profit dana dari penelitian ini disupport oleh yayasan milik Bill dan Melinda Gates, sedangkan di Indonesia EDP Yogya ini disuport oleh Yayasan Tahija, sebuah organisasi di Jakarta yang mendanai proyek ini sejak tahun 2013. Yayasan Tahija bersama-sama dengan Fakultas Kedokteran UGM berkomitmen untuk membasmi penyebaran Demam Berdarah Dengue di kawasan Yogyakarta.

EDP sedang melaksanakan penelitian di dua tempat di Kabupaten Sleman, yaitu Kronggahan dan Nogotirto. Kegiatan ini mendapat dukungan sebagian besar masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangbiakkan Wolbachia pada nyamuk setempat dimana harapannya akan mampu mengurangi penularan demam berdarah. Selain itu EDP juga terus memonitor perkembangan nyamuk di wilayah lain di Kabupaten Sleman dan Bantul. Monitoring ini bertujuan untuk menghitung populasi nyamuk di lokasi tersebut. Pihak EDP juga bermusyawarah dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat baik di tingkat kabupaten, kecamatan, desa maupun dusun untuk mendapat dukungan bilamana kedepannya, penelitian ini juga dilakukan di wilayah mereka.



Di Insektarium EDP ini, mereka mencoba membuat percobaan bagaimana cara membunuh virus DBD ini. Setelah percobaan yang cukup lama akhirnya mereka menemukan cara yaitu menyuntikan Wolbachia yang terdapat di lalat buah ke nyamuk Aedes Aegypti yang sudah membawa virus DBD. Virus DBD yang ada dalam nyamuk ketika disuntikkan ternyata memiliki efek virus DBD tidak berkembang dalam tubuh nyamuk bahkan dapat mati. Akhrinya EDP mencoba mengembangkan nyamuk Aedes Aegepti ber Wolbachia agar dilepaskan di alam bebas dan dapat berkembang biak. Nyamuk Aedes Aegypti biasa kawin dengan Nyamuk Ber Wolbachia otomatis keturunan yang dihasilkan pasti akan ber Wolbaqia, diharapkan nyamuk ber Wolbaqia ini dapat menekan perkembangan virus Demam Berdarah.


Dalam mengawinkan nyamuk mereka pun memiliki cara yaitu nyamuk dikumpulkan dalam 1 wadah dan dihitung per kotak sama, kotak ini akan diisi oleh nyamuk jantan dan betina. Disini say abaru tau bahwa nyamuk makanan utamanya adalah Gula bukan Darah. Kebanyakan masyarakat menganggap darah adalah makan nyamuk, sedangkan darah sendiri hanya nyamuk betina yang membutuhkan untuk bertelur. Setelah mereka diberi donor darah dengan cara tangan diletakkan diatas kotak yang diberi kassa diletakkan tangan pendonor untuk diambil darahnya oleh nyamuk. Setelah diberi donor darah 2 hari nyamuk akan diberi semacam kotak untuk tempat bertelur. Setelah bertelur dan dikeringkan telur dapat disimpan. 

Setelah telur dibutuhkan untuk ditetaskan akan dimasukkan dalam ember-ember berisi air bersih dan di letakkan pada suhu ruangan, karena ruangan yang terlalu panas dapat menyebabkan mempengaruhi perkembangan nyamuk sendiri. Setelah nyamuk dikembang biakkan akan diteliti lagi dan dipastikan smeua nyamuk ber-Wolbachia, ketika semua syarat sudah siap nyamuk akan dilepas dan siap berkembang di alam bebas. Harapan bagi Pusat Penelitian EDP yaitu mengurango populasi nyamuk pembawa virus Demam Berdarah Dengue.

Sebagai informasi bahwa Demam Berdarah sebenarnya bukan berasal dari Nyamuk Aedes Aegepti, sebenarnya nyamuk Aedes Aegepti ini hanya pembawa virus. Jadi penularannya adalah Manusia yang sudah terkena virus Demam Berdarah Dengue di gigit oleh Nyamuk Aedes Aegypti lalu nyamuk itu langsung menjadi pembawa Virus Aedes Aegypti. Setelah dia menjadi pembawa virus maka ketia nyamuk itu menggigit orang lain otomatis orang lain itu akan tertular Demam Berdarah Dengue.


Perkembangan, Pemberian Makan dan Telur Nyamuk

Untuk Penanggulangan secara masal yaitu 3M:
1. Menguras : Kenapa menguras karena nyamuk sengang dengan air bersih tetapi menggenang, dengan menguras maka telur dapat hilang dan air selalu bersih dan baru
2.  Menutup Tempat Penampungan Air : tempat penampungan air pastinya bersih, karena Nyamuk Aedes Aegypti senang denang air bersih maka sebaiknya ditutup agar tidak ada nyamuk yang masuk di dalam tempat penyimpanan air
3. Mengubur Barang Bekas : Mengubur sebenarnya hanya cara lain agar tidak terjadi genangan air, karena genangan air kecil saja di tutup botol atau sedotan dapat menjadi tempat nyamuk bertelur.
Selain itu cegak gigitan nyamuk dengan tidur menggunakan kelambu, membunuh jentik nyamuk, memasang kawat kasa, dll


Ayo mulai hidup bersih dan sehat. Lingkungan bersih, Keluarga Sehat!!

Proses pemililihan Nyamuk
Pemilihan Nyamuk dan Serangga

Tabel Pencatatan




Subscribe to receive free email updates:

28 Responses to "Berantas DBD dengan Nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia"

  1. Wah semoga hasil.penelitian ini bisa diterapkan di daerah lain juga agar Indonesia bebas DBD.

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin mas ihwan, harapannya Indonesia bebas DBD

      Delete
  2. Dengan adanya informasi yang seperti ini, smg masyarakat makin banyak yang tau. Dan dengue bisa tereliminasi. Akhirnya indonesia bebas dengue.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga ya mas. Tulisan kita yang kecil dan sederhana punya manfaat untuk negri ini

      Delete
  3. Foto terakhirnya bikin gagal fokus.
    Jadi jangan takut nyamuknya, tapi takuti virusnya ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha dasar gagal fokus foto sendiri namanya hahhaa
      Nyamuk dan virus sama-sama

      Delete
    2. Foto bersama teman2ny ra nguati:)

      Delete
    3. hiahahaaha, foto yang lain ilang

      Delete
  4. Wah semoga hasil.penelitian ini bisa diterapkan di daerah lain juga agar Indonesia bebas DBD.

    ReplyDelete
  5. Di foto terakhir itu yg nampang emak-emaknya nyamuk kayaknya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. emak-emak nyamuk ajib guedhi gedhiiiii

      Delete
  6. Mantap. Semoga kedepan penyebaran nyamuk ber-wolbachia ini merata di seluruh Indonesia. ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin dek, semoga Indonesia aman sentosa

      Delete
    2. tapi apakah beneran nyamuk wolbachia tidak berbahaya?

      Delete
  7. aku udh nyimpen bubuk abate mak, sm 3m jg, mdh2an si dbd jauh2 dah amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga mak, soalnya lagi musim hujan hati2 mak

      Delete
  8. baru tahu juga kalou makanan nyamuk adalah gula. hemmmmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia mas, aku juga baru tau kemarin dan lihat sendiri.hehe

      Delete
  9. Jadi Wolbachia itu sejenis protein atau virus?

    ReplyDelete
    Replies
    1. sejenis cairan virus yang bisa membunuh virus DBD

      Delete
  10. Wiih penelitiannya keren banget, ya? Kok bisa ya??? Ckckck. Saya aja gak habis pikir. DBD diberantas dengan nyamuknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia mbak aku juga gak kepikiran. Makane juoossss

      Delete
  11. semoga kedepanya indonesia aman ya mbak :)

    ReplyDelete
  12. Pokoke blogger kasih support utk hal-hal bermanfaat semacam kunjungan ke EDP Yogya tempo hari. Trims sudah diundang, Mbak Rian. Semoga dengan berbagi info ini kita dan masyarakat umumnya makin tercerahkan. Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin phie, semoga tulisan kita ini bisa jadi hal yang membantu perkembangan negri ini

      Delete
  13. Senangnya bisa iktan acara kerennnnnnnnn ini Mbak Ana. Makasih dah share di grup . Hal2 kayak gini memang perlu disosialisaikan secara luas :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia semoga bisa selalu join ya acara komunitas. Jangan kapok

      Delete