Saturday, August 1, 2015

Soto Fenomenal Jogja, Soto Kadipiro 3


Aneka soto di Jogja sangat banyak, salah satunya adalah Soto Kadipiro, Soto Kadipiro termasuk soto yang sudah lama berdiri di Kota Jogja. Sang Pemilik Bapak Widadi Tahir Karto Wijoyo memulai awal usahanya dengan berkeliling dari kampung-kampung untuk menjajakan sotonya, karena sotonya yang enak.

Karena keuletan Pak Widadi Tahir Karto Wijoyo dalam memasarkan sotonya, Soto Kadipiro akhinya membuka warung makan. Warung Makan Soto Kadipiro awalnya buka di Jalan Wates, tetapi kini Soto Kadipiro buka cabang dan saya sekarang berkesempatan menikmati di Soto Kadipiro 3.

Soto Kadipiro 3 terletak di Jalan Solo KM.12, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55571. Warung Soto Kadipiro 3 ini di desaign dengan nuansa khan warung tempo dulu, terlihat dari Lukisan yang diletakan di dinding, sangkar burung perkutut yang sengaja digantung pada langit-langit serta kalender yang dipasang di dinding.

Lukisan dan Kalender di Dinding

Soto Kadipiro merupakan soto yang diolah dengan bumbu warisan turun temurun,  kenapa disebut turun temurun? Karena kini pengelola Soto Kadipiro adalah keturunan dari Pak Widadi Tahir Karto Wijoyo. Meski sudah di kelola oleh keturunannya, rasa dari Soto Kadipiro dari dulu hingga kini tettap sama. Soto Kadipiro awalnya hanya khusus soto ayam, karena permintaan bertambah kini juga disediakan soto daging sapi. Soto Kadipiro dikatakan intimewa dan Fenomel karena soto kadipiro kuah yang disajikan terbuat dari kaldu ayam kampung asli, sehingga sangat gurih dan enak. 

Soto Ayam

Dalam penyajiannya Soto Kadipiro lain daripada soto lainnya karena didalam mangkok hanya ada Nasi, Suwiran Ayam Kampung, Kecambah ,Kubis, taburan daun bawang dan perkedel, dikatakan lain karena soto pada umumnya menggunakan mie putih tetapi disini tidak. Untuk nasi kita dapat minta untuk dipisah. Untuk lauk tambahan Soto Kadipiro menyediakan sate telur puyuh, potongan ayam, ati ampela, tahu, tempe dan aneka krupuk.

Soto dan aneka lauk tambahan

Soto Kadipiro dimakan saat kuah hangat sangat segar, kuah yang terbuat dari kaldu ayam membuat soto ini memiliki citarasa lain. Uniknya lagi tanpa kita menambah lauk pun soto kadipiro sudah sangat nikmat, oleh sebab itu tak jarang Soto Kadipiro selalu penuh dengan pembeli. Apalagi saya mempir ke Soto Kadipiro 3, soto yang terletak di Jalan Solo ini sangat pas bila dinikmati setelah kita berwisata ke candi-candi. Rasa segar setelah sebelumnya saya ke Candi Prambanan, menikmati Soto Kadipiro membuat saya semakin lahap menikmatinya. Soto Kadipiro Buka pukul 07.00-21.00 untuk kalian yang tidak bisa menimati siang hari boleh mampir pada malam hari karena Soto Kadipiro buka sampai malam.

Aneka Krupuk untuk hidangan tambahan

Soto Kadipiro 3
Alamat : Jalan Solo KM.12, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55571
Telp : (0274) 497153
Buka : 07.00-21.00

Alamat Soto Kadipiro :
Soto Kadipiro Pusat :Jalan Wates No. 33, Yogyakarta, Indonesia (0274) 618 722
Soto Kadipiro 2 : Jl. Wates No.50, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182 (0274) 383022
Soto Kadipiro Baru : Address: Jalan Wates KM.1 No.46, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182 Phone: (0274) 373975


Tuesday, July 28, 2015

Aneka Ikan Segar di Pelem Golek Jogja





Liburan sekolah anak-anak kali ini saya sungguh merasakan liburan tiada henti, kayaknya rejeki anak solehah ya ada saja yang mengajak jalan-jalan meski menikmati seluruh seluk beluk kota sendiri. Kali ini saya berkesampatan menikmati aneka olahan ikan segar khas dari Pelem Golek Resto.

Pertama kali masuk saya dan keluarga disambut oleh karyawan yang ramah menyapa kami semua dengan penuh senyum berkata "Selamat Siang, bisa kami bantu untuk berapa orang?", dengan ramah pula kami menyebutkan bahwa kami terdiri dari 9 orang. Setelah masuk kami diberi kebebasan untuk memilih duduk diatas, bawah maupun dekat taman. Setelah anak-anak memilih akhirnya pilihan kami di tengah dekat dengan area bermain anak.

Bermain sebelum Makan

Sampai di tempat duduk yang kami pilih yaitu bagian tengan dan lesehan, kami duduk sambil memesan menu kegemaran kami masing-masing, setelah semua pesanan lengkap kami menunggu. Sembari menunggu saya bermain bersama keponakan karena di Rumah Makan Pelem Golek disediakan ayunan, jungkat-jungkit, dll seperti kembali pada masa TK dulu. Tak berapa lama kami bermain hidangan punsudah tersedia, dari makanan, minuman hingga dessert yang dipesan oleh anak-anak.

Nasi Goreng

Awalnya kami pikir ikan yang disajikan adalah ikan mati yang sudah disimpan terlebih dahulu di freezer, ternyata salah saya melihat saat kami memesan ada petugas yang menghampiri kolam untuk mengambil ikan sebagai hidangan kami. Awalnya saya berpikiran bukan untuk saya, tetapi saat saya bertanya kepada pelayan ternyata benar itu untuk kami dan saya masih kurang percaya. Saya mulai yakin karena ikan yang segar dan fresh itu bila dimasak lebih terasa manis dan memiliki teksture daging yang lembut.

Gurami Bakar
Setelah semua menu datang kami menikmati hidangan, saya sendiri memilih memesan ikan bakar dan ca kangkung karena memang kegemaran saya adalah ikan bakar dan kangkung. Rasa ikan bakar yang fresh membuat ikan bakar ini terasa lebih manis dan daging yang dihasilkan pun masih empuk. Tak hanya itu kangkung pun disajikan dengan kwalitas yang baik sehingga kangkung yang disajikan lebih hijau dan segar.

Taman di Pelem Golek
Seusai makan sembari menunggu saudara-saudara menikmati hidangannya,saya berkesempatan untuk berkeliling di rumah makan untuk melihat-lihat suasana rumah makan. Saya turun ke bawah ternyata masih ada tempat makan beruma saung-saung dengan suasana yang rindang, pohon besar yang ada disekitar dengan depan terdapat sungai membuat suasana semakin sejuk. Setelah berkeliling akhirnya saya kembali dan berkumpul dengan semuanya, tak berapa lama semua sudah selesai makan. Sebelum kami pulang kami membayar semua menu yang telah kami makan, ternyata tidak terlalu mahal dan sangat murah untuk hidangan yang lezat. Saya dan keluarga sering menyebut Rumah Makan Pelem Golek adalah Rumah Makan Keluarga di Yogyakarta, harga murah suasana nyaman banget untuk kumpul bersama keluarga.

Capcay
Saya datang ke Rumah Makan Pelem Golek karena melihat di Aplikasi Opensnap, saya senang menggunakan opensnap karena dapat bookmark restoran yang ingin kita kunjungi sehingga memudahkan kita saat sudah berada diluar rumah. Feature bookmark Restauran ini biasa disebut oleh Opensnap yaitu Personalized Your Food App by Bookmark. Opensnap sangat memudahkan saya juga untuk memperlihatkan makanan favorit pengunjung pada rumah makan yang akansaya kunjungi. Sangat terbantu sekali saat kita berada di suatu tempat dan tidak mengerti rumah makan dimana yang enak di sekitar kita, pokoknya saya yang hobby traveling sangat terbantu sekali.
Penampakan Screenshot Opensnap saya

Rumah Makan Pelem Golek
Alamat : Jalan Palagan Tentara Pelajar Km7 no 99 Yogyakarta
Telp : 0274-867676
Buka : 10.00-22.00

Saung yang asri

Monday, July 27, 2015

Mangut Lele Bu Is Jetis Imogiri Barat


Mangut Lele adalah menu makanan sederhana rumahan jaman dulu, Mangut Lele yaitu Lele yang digoreng setengah matang lalu diberi bumbu rempah-rempah dimasak menggunakan santan tidak terlalu kental. Menurut Wikipedia Mangut lele merupakan menu khas dari daerah "Mataraman" (Yogya-Solo) dan Semarang-Kendal. Sesuai dengan namanya, komposisi utamanya adalah lele goreng, yang diberi bumbu mangut.

Bumbu Mangut sendiri adalah bumbu yang kaya aneka rempah-rempah yang berasal dari daerah di Jawa Tengah dan Yogyakarta, bumbu mangut sendiri tidak hanya pas dipadukan dengan lele goreng saja tetapi bisa dengan ikan, ayam maupun tahu tempe. Bumbu Mangut antara lain terdiri dari bumbu rempah : Daun Jeruk, Cabe, Jahe, Lengkuas, Serai, Daun Salam, Gula Merah, Kelapa, Bawang Merah, Bawang Putih, Miri, Tumbar, dan Kencur.

Mangut Lele dan Aneka Sayuran

Warung Mangut Lele Bu Is ini sudah buka sejak Tahun 1977, Mangut Lele Bu Is terletak di Jl. Imogiri Barat, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55187. Warung Mangut ini terletak di pinggir jalan besar dehingga memudahkan siapapun saat mencari letaknya. Mangut Lele Bu Is ini terbilang menu makanan yang sehat, Kenapa disebut sehat? Karena saat penyajian Mangut Lele ini disajikan dengan sayur-sayuran dan bumbu kelapa. Selain aneka sayuran yang disajikan, ada juga yang membuat istimewa adalah oseng-oseng lombok ijo yang wuuuiiihh mantep dilidah pokoknya, tak hanya oseng lombok ijo tetapi juga disajikan sambel terasi yang juga tidak kalah nikmatnya.

Wajah Kelaparan Kami sesaat sebelum menghabiskan semuanya
Sampai disana kita hanya perlu memesan berapa jumlah lauknya saja, untuk sayur dan nasi sudah termasuk didalamnya, nasi pun disajikan dengan ceting sehingga kita bebas mengambil sesuai selera. Seluruh sayur yang disajikan adalah satu paket. Makan di warung Mangut Lele Bu Is ini juga termasuk menyenangkan karena suasana pedesaan tempo dulu dangat terasa. Kita bisa memilik makan Lesehan atau menggunakan Kursi Lincak (kursi dari bambu), bila makan di Kursi lincak dan diatasnya ada pohon Talok (kersen) sangat menggugah selera. Merasakan masakan dan suasanantempo dulu membuat selera makan semakin bertambah.

Harga Mangut Lele Bu Is terbilang cukup standart, saat itu saya ber 7 bersama 2 anak kecil kami hanya habis sekitar 127.000 atau sekitar 18.000 per orang. Cukup murah dan kami bisa makan kenyang. Saya sekeluarga puas dapat menikmati hidangan ini, anak-anak yang awalnya kami takut tidak suka ternyata malah senang sekali dengan lelenya yang digoreng kering. Ketagihan untuk selalu datang lagi menikmati masakan tempo dulu

Ayunan untuk anak-anak bermain

Sunday, July 26, 2015

Museum Ullen Sentalu Kaliurang Yogyakarta

Tiket Masuk Museum Ullen Sentalu

Museum kini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, di jogja khususnya banyak tersedia museum-museum dengan kekhasan informasi yang terdapat di dalamnya. Kali ini saya berkesempatan liburan dan berkunjung ke Museum Ullen Sentalu yang terletak di Jalan Boyong KM 25, Kaliurang Barat, Sleman, Yogyakarta. 

Peta Menuju Museum Ullen Sentalu

Sejarah Museum Ullen Sentalu (diambil dari Ullen Sentalu)
Seribu enam ratus atau bahkan lebih dari dua ribu tahun. Selama itulah rentang waktu yang telah membentuk budaya Jawa yang eksis dan kita kenal hingga sekarang. Evolusinya melalui berbagai zaman : Mataram Kuno, Medang, Kediri, Singasari, Majapahit, Demak, Pajang, juga Mataram beserta empat cabang sempalannya, yakni Surakarta, Yogyakarta, Mangkunegaran, dan Pakualaman.

Hasil proses peradaban berusia panjang itu pun tak kurang jumlahnya yang bermutu sangat tinggi. Sebut saja dalam hal ini kitab kitab kuno yang berisikan mitologi, epos, sejarah, ketatanegaraan, pengetahuan dan petuah-petuah berfaedah, hingga ramalan : Bharatayudha, Negarakertagama, Pararaton, Babad Tanah Jawi, Serat Centhini, Serat Wedhatama,dan Serat Kalathida. Di samping itu ada pula sejumlah adikarya berupa bangunan bangunan berarsitektur megah serta kaya ornamen elok: Candi Borobudur, Percandian Prambanan, Candi Sewu, Candi Penataran, Pasareyan Raja-raja Mataram di Imogiri, juga Istana Air Taman Sari. Patut disyukuri bahwa banyak dari warisan budaya yang bersifat tangible (bendawi) tersebut sejauh ini terkonservasi dengan cukup baik.

Foto di Pintu Masuk Museum Ullen Sentalu
Namun, selain warisan budaya yang bersifat tangible ada pula warisan budaya yang bersifat intangible. Warisan budaya intangible mencakup keseluruhan ekspresi, pengetahuan, representasi, praktek, dan ketrampilan. Datangnya era globalisasi yang tak terelakkan serta banjir budaya pop yang dibawanya mendatangkan ancaman bagi warisan budaya Jawa yang bersifat intangible. Menjadi pudar dan terabaikan adalah awalnya. Selanjutnya, jika tiada perhatian serta tindakan nyata, bukan tak mungkin itu akan memusnahkan warisan budaya intangible, membuatnya terlupakan sama sekali.

Keprihatinan atas hal semacam itu, berpadu dengan pemikiran bahwa kebanggaan dan martabat suatu bangsa, termasuk kebanggaan atas segenap hasil proses peradaban dan budayanya, tidaklah dapat dipisahkan dengan adanya kehendak kuat untuk menjaga kesinambungannya, lantas memantik inspirasi para pendiri Museum Ullen Sentalu. Mereka lantas bertekad untuk mampu menjelmakan warisan budaya intangible dalam wujud karya karya seni. Harapannya, itu akan mampu menjadi jendela peradaban seni dan budaya Jawa, sekaligus jembatan komunikasi bagi generasi masa kini.

Menikmati Jamu Ratu Mas di Bale Nitik Rengganis

Saat Masuk kita diminta untuk membeli tiket dengan harga Domestik Dewasa 30.000, anak-anak 15.000. Untuk wisatawan Internasional Dewasa 50.000, anak-anak 30.000. Tiket yang kita bayar sudah termasuk Pemandu Wisata selama di dalam Museum, Minuman Jamu Ratu Mas dan Free Parkir. Peraturan selama mengikuti tour yaitu kita tidak boleh berfoto selama di dalam museum, kecuali tempat yang boleh digunakan untuk berfoto oleh pemandu. Sebelum masuk saya menyempatkan untuk berfoto di depan museum.

Kali ini saya datang ber 4 bersama kakak dan dua keponakan, karena kami ber empat kami digabung dengan kelompok-kelompok kecil yang total grup kami ada sekitar 12 orang. Suasana dibuat alami dengan tekstur tembok batu membuat suasana semakin membuat penasaran di dalamnya ada apa. Di dalam museum ini dibagi menjadi 3 Bagian, di dalam bagian-bagian ini terdapat benda-benda yang unik seperti Gamelan Kuno, Lukisan Bangsawan Keraton Yogyakarta dan Surakarta, Benda-benda peninggalan para bangsawan, Aneka Kain Batik, Relief kuno, dll. 


Saya senang mendatangi Museum Ullen Sentalu karena semua barang-barang yang dipamerkan dijelaskan secara rinci oleh pemandu, tidak rugi karena pemandu yang ramah dengan sabar menjelaskan kepada kami semua. Suasana di dalam dibuat agak kuno tetapi tetap berkesan mewah. Bagi saya tidak rugi membayar retribusi yang terbilang agak mahal tetapi sesuai dengan apa yang kita peroleh.

Buat kalian yang tidak begitu kuat dengan suasana dingin, diharapkan membawa jaket atau semacamnya karena selama tour suasana dingin kaliurang makin terasa karena semua ruangan tetap di beri pendingin ruangan. Kenapa selalu ada pendingin ruangan padahal suasana sudah dingin? Jawabannya simpel, agar suhu kelembapan udara di dalam ruangan terjaga dan semua barang-barang yang ada tidak mudah rusak.

Bagi yang ingin berkunjung Informasi Lengkap Museum Ullen Sentalu
Museum : Ullen Sentalu
Alamat : Jalan Boyong KM 25, Kaliurang Barat, Sleman, Yogyakarta
Telepon : +62 274 895161
Website : ullensentalu.com
Email : info@ullensentalu.com
Facebook : Museum Ullen Sentalu
Twitter : @ullensentalu

Saturday, July 25, 2015

Rumah Teh Ndoro Donker Karanganyar

 

Ndoro Donker merupakan seorang ahli tanaman kewarganegaraan Belanda yang pernah hidup di desa Kemuning untuk membangun perkebunan. Beliau memilih hidup di desa, berdampingan dengan warga dan berbagi ilmu tentang tanaman dengan warga sekitar yang membuat beliau dihormati dan dicintai. Cinta itu dibalas dengan pengabdian sepanjang sisa hidupnya.

Ndoro Donker tidak menerima tawaran untuk kembali ke Belanda, dan memilih mengabdikan segenap ilmu untuk masyarakat yang mencintainya. Setelah beliau beristirahat dalam pelukan tanah Kemuning yang dicintainya, masyarakat desa Kemuning mengenangnya dengan menyebut kawasan yang pernah ditinggali Ndoro Donker sebagai “nDonkeran”. ( sumber dari web Ndoro Donker )

Tea Pot Lemon Tea

Ndoro merupakan sebuah panggilan dalam bahasa Jawa yang berarti Tuan. Rumah peninggalan Belanda ini merupakan salah satu Rumah Teh yang menyajikan beragam rasa teh dari Indonesia maupun teh terkenal dari negara lain. Ragam pilihan teh di Ndoro Donker sebagai berikut, Teh Hijau Kemuning, Teh Hitam Donker, Teh Aroma Inggris ( Earl Grey, Cemomile, Lady Grey, Mint, Passion Fruit ), Teh Raja, Teh Putih, dan Teh Herbal yang disajikan dalam cangkir dan teko.

Steak

Harga untuk satu cangkir teh di ndoro dongker mulai dari 10.000 sampai dengan 55.000, penyajian teh juga beraneka ragam dari teh cup (per satu orang) maupun teh teapot (sajian teh untuk 4 orang). Tak hanya minuman khas aneka olahan teh, tapi Rumah Teh Ndoro Donker juga menyediakan aneka olahan makan antara lain nasi goreng, kare ayam, mie goreng, aneka steak, dan lain-lain. Selain makanan berat ada juga aneka snack antara lain ketela madu wijen, timus isi keju, pisang panggang, tahu goreng, tempe goreng, dll.

Nasi Goreng

Rumah Teh Ndoro Donker terletak di kiri jalan arah kebun teh Kemuning tepatnya di Jl. Afdeling Kemuning No 18 Kemuning ini memiliki pemandangan yang luar biasa indah. Udara dingin lereng gunung membuat suasana menjadi nikmat saat menyeruput teh. Lokasi Rumah Teh ini juga berdekatan dengan “bukit teletubbies” Kemuning yang dimiliki oleh pabrik teh PT Rumpun Sari yang luas lahannya ratusan hektar. Pabrik teh yang terkenal di lereng Gunung Lawu tersebut masih aktif sebagai salah satu pemasok daun teh untuk diolah di dalam negeri dan sebagian diekspor ke luar negeri.

Kari Ayam

Saat masuk banyak tersedia kursi-kursi dengan kapasitas besar dan kecil, jadi bagi rombongan dan personal. Bagi anda yang ingin mengunjungi Rumah Teh Ndoro Donker sebaiknya pada waktu setelah jam 10.00 karena bila terlalu pagi atau sore kabut yang sudah turun sangat mengganggu pemandangan dan sulit mengabadikan foto bersama keluarga dan orang terdekat. Selain aneka ragam teh yang sangat menggiurkan untuk dinikmati, suasana sekitar kebun teh juga membuat semua orang ingin berfoto dan menikmati udara yang segar di bukit gunung lawu. Untuk teman-temanyang akan berkunjung untuk mengetahui Rumah Teh Ndoro donker buka pukul 10.00 sampai 18.00

Menu Makanan Rumah Teh Ndoro Donker :




Friday, July 24, 2015

Sate Kambing Mbah Margo Kulon Progo

Sate dan Tongseng Kambing memang jadi salah satu makanan khas di Jogja, penggemar tongseng dan sate di Jogja dan sekitarnya juga cukup banyak apalagi pada saat liburan semakin banyak. Menurut Wikipedia Sate kambing adalah sejenis makanan sate terbuat dari daging kambing. Daging kambing tersebut disate (ditusuk dengan bambu yang dibentuk seperti lidi yang agak besar) dan dibumbui dengan rempah-rempah dan bumbu dapur, kemudian dibakar. Penyajiannya disajikan bersama lalapan kubis, tomat, dan bawang merah yang diiris tipis kemudian diberi kecap dan ditambahkan taburan merica. Selain itu dari Wikipedia Tongseng adalah sejenis gulai dengan bumbu yang lebih "tajam". Perbedaan yang lebih jelas adalah pada penggunaan dagingnya. Tongseng dibuat dengan menggunakan daging yang masih melekat pada tulang, terutama tulang iga dan tulang belakang. Tongseng pada umumnya menggunakan daging kambing, meskipun ada pula tongseng daging sapi dan kerbau. Sebagai tambahan, ke dalam kuah kental dimasukkan sayuran seperti kol, bawang putih, tomat, dan kecap. Bumbu merupakan oseng-oseng yang terdiri dari campuran garam, bawang putih, kecap, dan lada. Biasanya tongseng dijual bersamaan dengan sate kambing. Tongseng dianggap sebagai makanan khas daerah Solo dan sekitarnya, namun adapula variasi Tongseng daging suir tahu diKebumen.


Tongseng Kambing jadi kegemaran saya semenjak kecil sehinggal saat saya berkesempatan untuk ke Kulon Progo saya pasti menyempatkan untuk makan Tongsen Kambing. Tongseng Kambing langganan saya yaitu Sate Kambing Mbah Margo, di Sate Kambing Mbah Margo mempunyai warung di pinggir jalan dan sangat mudah mencarinya. Masakan Sate Kambing dan Tongsengnya sangat enak dan empuk, apalagi kita bisa berkesempatan untuk mencoba tengklengnya sayang tidak banyak disediakan oleh sebab itu saat saya berkunjung saya sudah kehabisan tengkleng. 

Masuk pertama kita sudah disuguhi daging kambing yang cukup banyak dan semerbak masakan yang sedang dibuat (bikin ngiler seketika), karena memang jam makan siang ya. Saya memilih untuk duduk di kursi llincak yaitu kursi dari anyaman bambu, kursi jaman dulu yang nikmat diduduki apalagi sambil duduk santai di teras bersama keluarga. Saya memesan makanan kegemaran saya tongseng, tak berapa lama tongseng pun datang dengan sajian sesuai pesanan saya yaitu kubis ikut dimasak.

Tongseng Kambing

Di meja sudah tersedia nasi 1 ceting sehingga kita bebas menikmati tongseng dengan nasi seberapapun dan minum air putih lengkap dengan gelas dan ceretnya (tempat minum). Saat tongseng tiba saya langsung mengambil nasi secukupnya dan memotong lombok sesuai selera saya, saya menikmati tongseng. Tongseng Kambing Mbah Margo ini memiliki rasa khas jaman dulu yang sangat saya gemari, saya sampai seharang hanya senang dengan tongseng masakan jaman dulu rasa bumbu dan kecap yang tearasa sangat pas dipadukan dengan daging kambing yang empuk. Saya sering jauh-jauh ke kulon progo hanya untuk menikmati tongseng ini. Sate Kambing Mbah Margo terletak di JL. Raya Muntilan Mboto, Nanggulan Wates, Daerah Istimewa Yogyakarta 0813-2877-2633
Nasi dan Air Putih bebas ambil