Monday

January 22, 2018

Yuk Jalan-Jalan di Bawah Merdunya ‘Nyanyian’ Bambu

sumber dakatour.com
Coba tebak, suara apa yang paling enak didengar? Kalau kamu menjawab suara musik dari band favoritmu, kamu nggak salah. Tapi ada satu lagi suara yang paling enak didengar. Yap, suara alam. Suara-suara merdu seperti ricik air dan gesekan bambu rupanya terbukti banget bisa bikin tubuh dan pikiran rileks. Pernah coba dengerin?

Bener banget. Salah satu media relaksasi untuk membuat otot dan pikiranmu lepas dari penat adalah suara gesekan pohon bambu plus gemerisik daun-daunnya. Namun, di masa sekarang rasanya cukup sulit ya buat mencari pohon bambu. Sekarang sudah banyak banget bangunan berdiri di berbagai penjuru kota, sampai rasanya susah buat nemuin spot hijau yang ditumbuhi tanaman bambu.

Nah, ngomongin soal bambu, kalau kamu pernah mendengar nama Hutan Bambu Sagano di Kyoto, kamu mungkin bakal takjub banget sama keindahannya yang mendunia. Namun, jangan salah ya, nggak cuma Jepang lho yang punya hutan bambu. Ternyata Kota Pahlawan Surabaya juga punya hutan bambu yang nge-hitz abis.

Hutan di Surabaya ini bernama Hutan Bambu Keputih. Di hutan bambu ini, kamu bisa menemukan pemandangan hutan bambu dengan angin semilir yang bikin nge-fly. Angin semilir ini melengkapi rindang dan hijaunya pepohonan bambu yang berjajar dengan rapat dan rapi.

Uniknya lagi, di kawasan Hutan Bambu Keputih ini juga dapat ditemukan batu-batu kecil dengan permukaan halus yang biasa digunakan untuk kegiatan refleksi injak batu. Kaki kamu juga nggak bakal pegel-pegel karena tanah di Hutan Bambu Keputih juga empuk kayak roti. Keren, deh!

Hutan Bambu Keputih Surabaya ini menghampar di atas lahan seluas 8,5 hektar. Yang bikin greget, dulu ternyata kawasan wisata yang amazing ini adalah Tempat Pembuangan Akhir Sampah alias TPA! Wah, ‘sakti’ banget pokoknya Pemprov Surabaya pimpinan Ibu Tri Rismaharini yang bisa bikin tempat yang pasti dulu dihindari orang, jadi berduyun-duyun didatangi oleh pengunjung.

sumber scottdavenportphoto.com
Kamu nggak perlu ragu kalau mau berkunjung ke Hutan Bambu Keputih. Nggak usah parno dengan cerita-cerita seram tentang hutan bambu. Percaya deh, Hutan Bambu Keputih di Surabaya ini bisa bikin kamu merem-melek saking indahnya. Nggak perlu kekurangan ide lagi dong buat menggugah foto Instagram yang paling oke. Hutan Bambu Keputih Surabaya pasti bisa banget bikin semua followers-mu berdecak kagum terhadap hasil jepretanmu.

Jadi, kalau kamu pusing, letih, lesu, belum tentu kamu kurang darah. Biasa aja kamu kurang piknik karena nggak menemukan tempat relaksasi yang pas. Kalau udah begini, pilih aja Hutan Bambu Keputih Surabaya sebagai tempat wisata pilihanmu. Percaya deh ‘nyanyian’ bambu di sana bisa bikin kamu fresh dan nggak kena sindrom suntuk lagi. Alamat dari tempat wisata yang kekinian ini adalah di Jl. Marina Asri, Keputih, Sukolilo, Surabaya.

Nggak usah bingung, kamu bisa mencapai Kota Surabaya dengan mudah banget. Pesan aja tiket KAI ke Surabaya dan berhenti di Stasiun Surabaya Gubeng. Jarak antara Hutan Bambu Keputih ke Stasiun Gubeng nggak jauh, kok. Cukup dengan 30 menit berkendara udah sampai. Namun, kalau kamu pengin istirahat dulu sebelum jalan-jalan, kamu bisa pesan hotel di Surabaya buat tempat singgahmu sebelum berwisata.

Terus, kapan nih kamu berangkat ke Surabaya? Gak pengen ketempat yang cantik kaya gini? Cobain aja bakal betal disana kaya aku
January 15, 2018

Pantai Wediombo, Liburanku bersama Keluarga


Saat kemarin sempat berlibur ke Jogja, pulang kampung atau apalah. Kami sempat bingung mau kemana, maklum kepulangan kami kali ini pas longweekend jadi sudah bisa dipastikan Jogja bakal padat merayap

Kebetulang punya Abang yang tinggal di Wonosari Gunung Kidul. Akhirnya saya dan suami sepakat menghubungi abang untuk main ke Gunung Kidul dan besok main ke Pantai. Saat itu kami datang pagi-pagi benar supaya jalan masih lengang. Bersama kakak dan dua anaknya kami langsung berangkat ke Gunung Kidul, jalan terasa sangat lengang. Kami menempuh waktu 1jam 15 menit saja sudah sampai di rumah abang.

Setelah bertemu langsung kami bercanda-canda dan menikmati pagi bersama. Menyenangkan sekali ketika bertemu dengan keluarga penuh dengan canda tawa, eh tak hanya itu tapi juga ditemani dengan teh manis plus gorengan sebagai teman ngobrol. Sambil ngobrol tak lupa kami mempersiapakn segala peralatan untuk ke Pantai bersama.

Pantai yang kali ini akan kami kunjungi yaitu Wediombo. Sebuah pantai di pinggir Gunung kidul yang hampir berbatasan dengan Jawa tengah, kalua tidak salah 3 pantai sebelum perbatasan. Untuk menempuh perjalanan dari Kota Wonosari ke Pantai
Wediombo membutuhkan waktu sekitar 1,5jam saja. Pemandangan sepanjang perjalanan bagi saya sama saja, bahkan kerap bingung ini sampai mana karena kanan kiri pemandangan sejauh mata di Gunung Kidul itu hampir sama. Bukit-bukit tandus dengan batuan kapur yang menjulang

Sampai di Wediombo parkiran sudah penuh, kami kembali naik ke atas untuk mencari parkir diatas. Gak begitu jauh kami menemukan parkiran yang super nyaman dengan pohon-pohon kecil menutupi mobil. Jadi gak terlalu panas ya  mobilnya hehehe. Jalan tidak terasa ramai tapi disini lumayan padat banget

Dari tempat parkir motor untuk menjangkau pantai harus turun menuruni anak tangga yang cukup banyak. Ada jalan setapak untuk motor sich, tapi kalau aku tetep ngeri. Ini jalannya buat masyarakat sekitar yang sudah terbiasa aja hehe. Sepanjang jalan turun banyak orang jualan makanan mulai dari nasi, snack, gorengan, minuman, dll.

Masuk ke Pantai Wediombo cukup membayar 5.000 per orang jadi sangat terjangkau banget. Sampai di hamparan pasir 4 keponakan sudah langsung gak sabar untuk menikmati deburan ombak Pantai Wediombo. Aku dan kakak langsung mencari tempat duduk yang nyaman, abang suami dan empat keponakan langsung bermain air bersama.

Deburan Ombak yang menyapa kami
Deburan ombak bergantian menyapa semua pengunjung, nyaman banget rasanya menikmati alam ini. Keponakan pun semua menjadi happy, namanya anak-anak pasti hobby banget sama yang namanya air. Gak hanya mereka tapi aku juga sich, tapi kali ini skip main air ah, lagi pengen menikmati alamnya.

Sambil menikmati alamnya Wediombo yang asyik banget, aku ditemani gorengan anget ada tempe mendoan bakwan ditambah cocolan sambel kecap. Hmm ini enak banget, berasa surge banget bisa me time kaya gini. Aku menikmatinya sambal tiduran di pasir pantai dengan paying pantai warna warni sebagai penghalau panas, ughh berasa kaya bule-bule ya hehe. Sewa Payung ini per payung dikenai tarif 20.000 bisa dipakai sepuasnya.

Santai di payung-payung pelang (www.nasirullahsitam.com)
Selain itu ada juga di belakang kami permainan anak-anak yang bisa disewa misalnya mobil aki, kereta api, dll. Ini biasa dimainkan setelah selesai bermain air, habis mandi sambil makan mereka bermain air menikmati waktu luang.

Kalau lapar melanda kita bisa memesan makanan di warung-warung yang ada disepanjang pantai Wediombo. Mulai olahan seafood, ayam, mie instan, dll ada. Biasanya kalua habis main air kita mencari yang hangat-hangat dengan sup atau mie instan, andalan banget nich kalau pengen yang dingin enak banget.

Tangga di Wediombo (www.cloudtotravel.com)
Setelah badan hangat kami kembali ke parkiran dengan hosh hosh menaiki anak tangga yang lumayan banyak. Tak hanya itu untuk ke parkiran jalannya cukup curam jadi harus naik tajam, beberapa lelah dan duduk sebentar di jalan aspal untuk menghilangkan lelah. Sampai mobil kampi langsung melanjutkan perjalanan kembali pulang kerumah. Wah seru banget


Wisata Gunung Kidul itu banyak banget, terutama pantainya. Pantai di Gunung Kidul memiliki kekhasan masing-masing. Mulai dari pasir putih, pasir hitam, krakal, bebatuan, karang, dll. Nah penasaran? Blog traveloka juga mengulas lho tentang banyak wisata di gunung kidul. Kalau kalian mau ke Gunung Kidul bisa aja ke Jogja trus kesini aja. Travelling biasanya cari yang murah khan? Pakai aja Traveloka pesat paket pesawat+hotel jatuhnya lebih murah, banyak discountnya

Facebook