Kulinerwisata

Lampion Hotel Solo

Sumber Google
Selama liburan kemarin saya sering pergi keluar kota maupun di jogja untuk sekedar keliling-keliling tempat wisata bersama keluarga, pada saat lebaran pun saya ke Jakarta selama 7 hari atas persetujuan kedua orang tua. Saat kembali mereka menginginkan pergi jalan-jalan juga, setelah berpikin agak lama akhirnya kita putuskan untuk ke Solo saja. Ke Solo mau ngapain? Sejak saya kecil bila ada kesempatan mendapat voucher gratis dari kantor Bapak kami biasanya memilih ke solo dengan keluarga, alasan kami adalah Orang Tua dulu kuliah di Solo sehingga masih banyak teman-temannya yang tinggal di Solo. Alasan Lain adalah Bapak kebetulan sangat senang sekali dengan wayang atau kethoprak, di Solo hampir setiap hari apa pementasan di Taman Sriwedari.

Jalan Naik Lobby Hotel (Sumber Google)

Kali ini kami sekeluarga memilih menginap di Hotel Lampion Solo, setelah kami mencari perbandingan harga dan akhirnya menetapkan untuk membeli di salah satu website Online dan pembayaran sukses. Saya telephone hotel memastikan ada lift dan bertanya apakah hotel menyediakan kursi roda. Kenapa kursi roda? karena kebetulan ibu saya dulu pernah mengalami stroke dan sampai sekarang masih belum sempurna kesembuhannya. Setelah saya telephone ternyata ada lift dan diluar dugaan mereka menyediakan kursi roda selama kami menginal disana.

Perjalnan kami tempuh kurang lebih 1,5 jam dari Jogja, sampai solo kami langsung menuju ke hotel agar mama tidak terlalu lelah. Sampai hotel saya ke meja receptionis untuk menyerahkan da yang dibutuhkan seperti KTP dan email booking saya, sambil menunggu proses saya minta untuk diambilkan kursi roda. Sayang memang untuk naik ke Lobby tidak recomended untuk ibu saya karena banyaknya anak tangga untuk naik, disediakan sarana naik untuk tas koper tetapi tidak bisa untuk kursi roda karena terlalu curam.

Setelah mama sampai Lobby saya kembali mengurus kelengkapan beserta menandatangani dokumen yang diberikan oleh petugas, selesai menandatangani saya langusng diberi kunci kamar di no 325. Masuk ke kamar saya kebetulan mendapat ruangan di Pojok lorong, masuk ke kamar memang agak kecil tetapi bersih dan nyaman. Saya memilih kamar smoking karena bapak merokok, saat tirai jendela dibuka hanya ada lautan genting rumah yang terpapar. Kamar mandi dengan design minimalis tetapi tetap nyaman.

Suasana Kamar Lampion Hotel

Saat malam tiba kami makan di luar hotel tetapi dibawa kembali ke hotel karena kasihan mama terlalu repot keluar masuk hotel dan pasti sangat capai. Malam hari di isi dengan riuh canda tawa teman-teman mama dan bapak yang datang hingga pukul 23.00. Tetapi sebelumnya ada salah satu teman yang datang sekeluarga juga ikut menginap bersama dan kebetulan mendapat kamar pas disebelah saya.

Kamar Mandi 
Pagi tiba kami mandi agar segar dan siap untuk kembali ngobrol dan senang senang-senang. Usai semua mandi kami turun ke lantai 1 untuk makan, karena tiap kamar hanya mendapat 2 jatah sarapan saya menambah 1 orang denganmembayar Rp 35.000/orang. Menu yang di hidangkan yaitu Untuk Makan Berat :Nasi Putih, Nasi Goreng, Mie, Ayam Kecap, Capcay, untuk menu yang lebih ringan yaitu Bubur dan Roti Panggang. Selain itu juga disediakan Buat, Minuman Panas (Teh/kopi) dan 2 macam jus. Untuk Restaurant sendiri terletak tepat di depan Receptionis. Menu makan pagi ini cukup pas dan tidak terlalu mahal untuk kelas hotel

Secara keseluruhan saya menilai Lampion Hotel pas untuk kita yang ingin menginap di hotel Solo dengan budget yang tidak terlalu mahal. Penyajian hotel yang bersih dan segar membuat kesan minimalis tetap menyenangkan bagi saya dan keluarga.

Lampion Hotel Solo
Alamat : Jl. Dr. Rajiman No. 289,, Jawa Tengah 57141
Telp : (0271) 7654888
Room Rate : Mulai dari Rp 300.000

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Lampion Hotel Solo"

  1. Enaknya nginep di hotel... :D

    Best regard,
    Adi Pradana

    ReplyDelete