Kulinerwisata

Lampung Krakatau Festival 2016 : Menggapai Darat bersama Sahabat

Cerita kemarin tentang Menggapai Krakatau Penuh Peluh membuat saya menyadari betapa semua hal tak semudah kelihatannya, selalu ada gelombang menghalau. Tekad yang luar biasa teman-teman membuat saya juga ikut semangat saat menjalanani.

Kita lanjut ceritanya yaaaa.....

Meski lapar teman saya ber 5 tetep semangat untuk naik gunung bersama. Saya sendiri mungkin yang agak pesimis bisa naik, karena asli perut gak karuan. Efek perut gak karuan jadi pusing, mual dan keringat dingin mengucur. Penasaran akan bentuk anak gunung krakatau membuat saya tetap ingin berusaha mencoba dengan sekuat tenaga, lumayan kalau bisa 1/2nya (membela diri hehehe). Tapi saya salut teman-teman tetap semangat naik gunung penuh senyum meski lapar melanda hihi

3 Dara melepas Penat
Kami memutuskan naik karena menu makanan sedang dimasakkan oleh panitia untuk teman-teman. Mencoba mendaki penuh peluh dan semangat, akhirnya saya menyerah di setengah jalan. Berbaik hati Mba Rien dan Mas Yopie menemani saya, seketika saya langsung tiduran kadena badan berasa melayang keudara. Sesaat memejamkan mata dan ambil nafas lumayan enak, saya mencoba duduk. Melihat Mba Rien foto-foto, saya pun ikut beranjak untuk foto (rugi gak foto udah sampai anak krakatau). Saya langsung ngomong "Mas Yop foto aku donkkk", dia langsung angkat kamera untuk mengabadikan kelebayan saya. Senyum dan penuh gaya setiap saat, meski masih menahan mual.

Setelah bergaya mual pun mulai datang, dengan gemulai duduk lagi (gemulai kaya nari hehe). Beberapa teman yang sampai atas Mba Ros, Mas Indra, Yayan, Maman, Arie, Mba Dian, Hari JT dan Mba Lina, sedangkan aku, Mba Rien dan Mas Yopie separuh. Gak lama teman-teman diatas ada panggilan untuk turun kembali karena mau pulang ke Pantai Sari Ringgung. Saat turun kami selingi nyanyi dan bercanda sampai nari ala Ages Monikah haha. Sampai bawah teman-teman cowok yang belum makan diminta menikmati makanan, supaya gak lemas coyy.


Teman-teman masih menikmati makanan dan saya leyeh-leyeh ada mas panitia menawari kami pindah ke kapal cepat dan kami langsung semangat "okeh". Saya dan teman-teman merapat ke pinggir pantai menunggu dijemput skoci, ada beberapa orang naik skoci mengarah ke kapal cepat. Habis ini gantian kami donk uang dijemput, tapi nasib berkata lain kami ditolak dengan alasan penuh (duaarr patah hari :( ). Meski sedih ada php, kami tetap tersenyum karena Geng Cheboxx bersama utuhhh gak terpisah. Kami ini termasuk unik, udah ditinggal masih aja sempet ngakak dan pepotoan bareng haha

Skoci bagian kami datang dan membawa kembali ke kapal kayu kebanggan kami (ea bangga cooyyy). Satu per satu kami masuk kembali ke kapal sekitar jam 17.00 sore, ada sekitar 14 orang di kapal ini selain awak kapal. Ketakutan mulai muncul karena pasti sampai darat malam, ah bukan takut tapi lebih waspada saja. Perjalanan malam itu kadang ngeri, gelombang bisa datang lebih besar. Kapal pun mulai berangkat membawa kamj kembali kedarat. Kembali ke kisah awal mencoba tidur saja daripada makin mual, beberapa langsung mencari tempat nyaman masing-masing. Saya masih setia tidur didalam bersama Yayan, Arie. Teman-teman yang lain kadang dibawah tapi juga kadang naik, mereka ampuh menurut saya karena gak mual dan enjoy banget (pengen tapi tak sanggup).

Tersenyum merski ditinggal (lagi)
Ditemani 1 penerangan lampu di kapal, lumayan membuat kami bisa saling melihat satu salam lain. Malam menjelang saya merasa gelombang agak besar dan gak bersahabat. Kadang saya yang tidur di dalam kapal kena cipratan air laut, goyangan kapal pun asoy (berasa lagi goyang ngeborrr). Tak lama gelombang tinggi saya merasa air semakin banyak, ternyata hujan lebat pun menemani kami. Semakkn hujan, gelombang semakin tinggi. Goyangan ala biduan berasa makin kencang, teman-teman yang ada diatas memilih turun karena basah. Kami yang dibawah harus mulai menyelamatkan barang-barang berharga dari tetesan air hujan. Lebatnya hujan membuat tetesan air masuk, beberapa teman juga duduk mencari tempat yang nyaman supaya tidak basah.

Perjalanan dari awal saya dan teman-teman perkirakan sampai jam 9/10 malam. Di kapal saya merasa waktu berjalan sangat lambat. Meski waktu terasa lama, saya tetap menikmatinya. Teman-teman mulai diam dan memilih tidur, selain untuk menghilangkan mual juga untuk beristirahat. Malam semakin menjelang jam 22.00 kami belum sampai darat, tak tau apa jang terjadi diluar sana menunggu saja lah daripada makin mual.
Penenerangan Romantis di Dalam Kapan (sumber : duniaindra)

Masih menunggu kapan sampai darat, tiba-tiba kapal kecil menghampiri kami. Entah apa yang mereka bicarakan antara awak kapal, kami diminta pindah kapal kecil supaya segera sampai darat. Demi daratan kami rela (hasyah), kami semua yang ada di dslam kapal mulai berpindah. Pindahnya gak pakai lift lho, cukup lompat dari kapal satu ke satunya (kaya mall aja pake lift broh).

Semua sudah pindah di kapal kecil, sayup-sayup saya dengar si empunya kapal menghubungi seseorang berbicara "semua peserta sudah di evakuasi" (wih evakuasi?? Ada apa??). Setelah menutup telp si Bapak mengatakan bahwa kapal kami hilang kontak, selain itu nahkoda kapal tadi hampir membawa kita ke arah Pahawang bukan ke Pantai Sari Ringgung. Owwhhhh baru tau ternyata kita hilang, kita cuma nyadar lama aja hahahaha. Kira-kira 1jam di kapal kecil akhirnya daratan dekat, ah sennagnya melihat daratan segerrr. Sampai darat sudah ada beberapa orang menunggu kami, mengatakan "syukurlah sudah sampai darat" (makasih pak menghawatirkan saya #tsah).

Sampai darat kami langsung masuk bis. Mual sudah mereda, tapi masuk angin dan lapar mulai datang. Gimana gak laper terakhir makan jam 10.00 pagi dan gak keisi apapun. Menunggi di bis cukup lama karena panitia harus koordinasi, akhirnya bis jalan kira-kira jam 00.00 dari Pantai Sari Ringgung untuk kembali ke Bandar Lampung. Lewat lapangan korpri sudah sepi hanya ada beberapa orang. Mas Indra turun untuk ambil mobil, kasihan sendiri aku inisiatif ikut turun nemenin. Mobil masih setia ditempatnya, kami langsung mengikuti bis menuju ke rumah makan.

Sampai rumah makan padang. Kami langsung dengan semangat menikmatinya, meski angin di perut berputas tetap harus diisi supaya gak masuk angin. Minuman panas kami minum biar angetttt. Ahhh segaaarrrrr

Pengalaman sangat berkesan dan istimewa. Dari perjalanan ini saya mendapat banyak hikmah "Perjalanan sesulit apapun jika kamu menjalani berasama-sama dan saling membantu akan terasa mudah". Kalian memang istimewah Geng Chebooxxx! Miss u guys! See u next trip ya Guys
Muka Lelah dan Lapar 

Subscribe to receive free email updates:

21 Responses to "Lampung Krakatau Festival 2016 : Menggapai Darat bersama Sahabat"

  1. Begh judulnya, bombastis kali!
    Ntar mampir di ceritaku yang pas ke Jepang ya.
    Langsung klik saja ntar link pas di akun komen, ya kakaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia donk kak. Kudu istimewaahhhh. Siap melaju kak

      Delete
  2. Kok aku bacanya ikut serem sendiri ya. So far dolan dolan gak pernah sampe kelaperan lebih dr 12 jam, dan terombang ambing di lautan. Bahagianya ketemu daratan ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu itu ketemu daratan kaya ketemu surga hahaha. Cowok ganteng gak penting, lebih penting darat haha

      Delete
  3. Tetep ngeri baca yg bagian2 akhir, Rian, meskipun udah baca juga versi Yayan dan Indra.

    ReplyDelete
  4. Laper, diphp kapal, digoyang ombak hahahahha. Mending aku pas balik Karimunjawa naik kapal kayu. Udah gratis, dikasih makan nasi bungkus tapi lauknya ikan bakar. :-D :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget, tp bersyukur banget akhirnya kembali darat. Ngelih pulak haha

      Delete
    2. Hahahaha, biasanya kalau lapar itu identiknya dengan mabok laut mbak. Harus fit kalau mau naik kapal dan digoyang ombak ahhahaha

      Delete
  5. Wow kapalnya romantis sekali. Gelap-gelapan haha

    Aku kangen kamuuuu huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Romantis banget mba, apalagi sama mba rien aheyyyy

      Miss u too kakak

      Delete
  6. Doh baca ini jd inget lg keseruan itu.jd kangen org2 di gank ceboxx...kcuali yg empunya blog ini. Crita romantis foto2 di jelajah budaya nya kpn mbak Rian. Smoga shat dulu biar bisa mkn2 jln2 trus.amiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha yakin cuma kangen mereka gak kangen aku? Jangan2 malah lebih kangen aku hayoo. Siap sabar paati ditulia

      Delete
  7. Baca ini jadi kangen kaliaaaaaan.... :)

    ReplyDelete
  8. Aku malah fokus ke foto paling bawah di pojok kanan itu kenapa blur? Penampakan kah? 😁

    ReplyDelete
  9. Ikut deg-degan
    Syukur kalian tenang
    Syukur lagi, bisa kopdar haha hihi sama kamu lagi Beb

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia mba kita tenang karena gak tau. COba tau pasti panik banget hahaha.

      Ia untuk balik darat jadi masih bisa ketawa bareng

      Delete
  10. saat dengar kalian sudah bisa dihubungi dan semua baik2 saja... kami yang dibatam pun bisa bernafas lega... karna saat dapat kabar kalian hilang kontak...kami yang sedang berkumpul dan bercanda..tiba tiba diam dan tegang....

    ReplyDelete