Kulinerwisata

Lampung Krakatau Festival 2016 : Menggapai Krakatau Penuh Peluh

Pagi menjelang jam menunjukkan 04.00 alarm masing-masing dari peserta berbunyi di kamarnya. Saya yang kebetulan satu kamar dengan mba RosannaSimanjuntak Blogger dari Balikpapan ini langsung bangun. Semangat donk bangun pagi mau ke Krakatau, saya langsung berbegas masuk ke kamar mandi untuk mandi dan berganti baju. Usai mandi saya siap-siap Kak Ros ganti mandi donk.

Kok Pagi banget ya berbie? Ini karena Mas Yopie sebelum kami tidur sudah brefing wanti-wanti ke kami untuk "ontime jam 06.00 sudah sampai di Lapangan Korpri Komplek Gubernur ya!". Alhasil kami memilih jam 05.30 ketemu di Lobby.

Aheyyy kali ini semua ontime lho, jam 5.30 kami sudah di Lobby semua termasuk Mas Yopie dan Mas Indra yang jemput kami. Perjalanan kita mulai wah excited donkkk mau naik gunung (pertama soalnya hihi). Aku dan semua blogger undangan resmi Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung ini sudah beranjak dari Hotel untuk ke Lapangan Korpri Gubernur.

Lapangan Korpri masih sepi dari hingar bingar peserta Lampung Krakatau Festival 2016. Cuma terlihat 3 bus berjejer siap membawa kami dan beberapa panitia dari EO. Kehadiran dan kesiapan yang lain agak lambat membuat kami harus menunggu. Bus yang kami tunggangi mulai jalan sekitar pukul 07.00
Tetep pose di depan Lapangan Korpri
10 blogger resmi Disparekraf Provinsi Lampung

Segar Pantai Sari Ringgung menyambut Kami

40 menit kami besantai-santai di bis, tepatnya saya tidur sich sama Mba Dian. Efek bangun pagi banget tetep ngantuk ya hahaha. Owh ya Blogger yang diundang oleh Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung yaitu Yayan @Omnduut dan Maman @mamanisss dari Palembang, Mas Indra @duniaindra dari Lampung, Mbak Katerina @Travelerien dan Arie @AriePitax dari Jakarta, mbak Dian @Adventurose dan mbak Lina @LinaSasmita dari Batam, mas Hari JT @MitraWisataId dari Pangkal Pinang, mbak Ros @RosannaSimanjuntak dari Pontianak dan saya dari Jogja. 

Pantai Sari Ringgung ini terbilang sepi daripada pantai di Jogja (ialah jogja kaya cendol ramehh). Tapi pasir putih dan hamparan lautnya yang indah membuat saya terpesona, bagai di Bali lho. Angin yang sepoi-sepoi dan indahnya lautan membuat saya terpesona ingin bermain air, tapi apa daya gak mungkin.
Langkah Kaki di Pantai Sari Ringgung


Sampai di pantai kami masih menunggu bis lain yang belum merapat. Sambil nunggu biasa lah blogger kesana kemari mengambil foto maupun sekedar selfi. Selain itu ada yang saling say hello dengan peserta lain, supaya makin dekat harus kenal donkk. Tapi ada lho yang hobby ngopi langsung mlipir ke warung kopi, aku ikut mlipir seketika lumayan lah adem sambil menemani teman-teman yang ngopi.

Kok Masih nunggu? Ini karena bis kami yang pertama sampai, sambil menunggu bis 2-4 kami menghabiskan waktu hore-hore. Lama tak berselang dan ngopi pun usai kami diminta kumpul dan berbaris sesuai bus nya, langsung donk saya parkir rapi bersama teman-teman di depan sendiri karena memang kami bis 1.



Sebelum mulai tur kami mendengarkan sambutan dari Asisten Gubernur Lampung ditemani Ibu kadis parekraf Prov. Lampung dilanjutkan doa bersama demi kelancaran acara dan keselamatan semua peserta.

Kapal Jelajah Krakatau

Kapal Hias dan Masjid Apung di Pantai Sari Ringgung
Satu per satu kami memasuki kapal kecil untuk menujul kapal besar yang ada di sebrang lautan sana. Kok masih pakai kapal nelayan? Ia soalnya kapal besar itu gak mungkin mendekat terlalu dangkal. Kapal nelayan ini dihias lho karena sedang mengikuti Lomba dalam rangka Lampung Kreakatau Festival 2016.

Owh ya untuk transit di tengah laut sebelum pindah kami diajak ke Masjid Apung di Tengah Laut, Masjid yang berdiri kokoh dengan pelampung dibawahnya. Saya takjub karena masjid ini sungguh tenang diterpa angin dan air laut. Sholat disitu pasti ada keunikan tersendiri ya, agak goyang-goyang kalau pas air dan angin agak kencang.

Terlihat di mata saya ada 2 kapal Fiber berukuran agak kecil bersandar di belakang Masjid dan ada 1 Kapal di tengah laut berukuran besar eh beralih pandangan sebelah kanan ada 1 kapal kayu. Kapal Fibernya pastinyaman banget dan cepat sampai di Anak Gunung Krakatau. Kita masing-masing kapal kecil antri masuk Kapal Fiber ini, tinggal 2 kapal dan kami ditolak dengan alasan penuh. Bagai cinta, seketika kami patah hati.
Pupus sudah cintaku

Harapan kami naik kapal Fiber pun pupus sudah karena penuh, kami diajak ke kapal Kayu bersama teman-teman. Sampai kapal kayu ternyata ada teman-teman Blogger yang diundang oleh EO disini juga. Ada kecemasan saat saya masuk kapal, di kapal ini gak ada Jaket Pelampung. Kita mau bawa dari kapal kecil tapi gak boleh, apa daya kami masuk dengan sedikit miris tanpa pelampung di tangan. Entah bagaimana panitia memikirkan keselamatan kami kalau tanpa Jaket Pelampung, mungkin dianggap hiu aja gak doyan ya sama kami hahahaha

Masih agak tenang saya karena bisa renang meski gak ahli ya. Cuma yang saya takutkan yaitu mabuk laut, ingat waktu di Killuan naik kapal mabuk tapi syukur sampai darat. Masuk di kapal tak berapa lama kapal pun berangkat dengan kapal yang lain, kita ber iringan bersama. Tapi kapal kami harus tertinggal jauh karena mereka termasuk golongan kapal cepat, seperti cinta aku yang tertinggal jauh #eh

Awal perjalanan dimulai sebagian ada yg memilih diatas kapal dan saya sendiri bersama Arie, Yayan, Mba Ros, Mba Rien n Mas Yop memilih duduk diam di dalam. Saya mulai mengikuti arie yang sudah tiduran disusul teman-teman lain, beberapa pindah di bagian depan seperti Mba Rien, Mas Yopie, Mba Ros dan Maman. Saya cukup jaga diri supaya gak mabok lait jadi milih diem aja, sebenernya pengen foto2 tapi apa daya daripada klo dah mabok bikin masalah nanti (tiduran aja lah). 1 jam perlajalanan saya sempet bertanya pada nahkoda kapal kita kira-kira sampai berapa jam? Dia menjawab "5 jam mba, kalau kapal putih 3 jam mba", seketika kaget juga ngeri kuat gak ya 5 jam di kapal? Ahhh yakin kuat donk, meski dag dig dug

Pusing mikir lama perjalanan, saya akhirnya memilih tidur saja. Awalnya sulit bagi saya untuk tidur, cuma bisa sekedar memejamkan mata karena otak masih saja berpikir. Takut pastilah (Pak e Mbok e help me.....). Akhirnya setelah agak lama saya punya cara supaya tidur, memikirkan yang enak dan nyaman seperti liburan ke lampung sebelumnya, ke mangunan. Tanpa terasa saya terlelap oleh pikiran sendiri, saat relax jadi ngantuk dan nyaman. Sesekali saya terbangun saat gelombang agak tinggi atau saat ada yang jalan di dekat saya, cara tidurnya juga diulang lagi relax diri.
Tidur siang bersama pun dimulai, tapi tetep ya gayaaa

Pembagian Jatah Makan Siang
Pukul 10.00 kira-kira ada kapal cepat menghampiri kapal kami, saya pikir ngajak pindah kapal. Eh ternyata salah, panitia mengantar konsumsi untuk kami (distribusi makanan gitu laaaahhh). Bberapa teman langsung menikmatinya, maklum bangun pagi buta mungkin ada yang belum sarapan. Saya mendiamkan sebentar, ntar ah takut mual (jaga diri). 30 menit berselang Mba Ros ambil makan, akhirnya saya ikut lah makan takut mual kosong duh makin gak enak. Meski nasi gak habis, lauk saya makan tambah hibahan dari Mba Ros. 

Owh ya saya gak tau detail pembagian dan distribusi makanan ini, tapi saat saya mau makan tinggal 3 jadilah saya, mba ros dan mba rien yang makan. Teman-teman cowok akhirnya harus mengalah dengan kami. Teman-teman yang tidak mendapat konsumsi ada 5 Mas Yopie, Yayan, Maman, Arie dan Hari JT.  Kasihan mereka, telisik telisik sepertinya panitia tidak menghitung ABK yang ada. ABK ikut menikmati makanan kami, sebab itu ada teman yang tidak mendapat makan. Kesalahan hitung di EO kayaknya.

Selesai makan perjalanan baru 2jam, masih 3 jam lagi hooaaaahhh lamanyoooo. Apa yang saya lakukan?? Tidur lagi lah, gak ada yang lain bisa di lakukan (penggemukan tingkat dewa). Perjalanan full saya gunakan untuk tidur saja, main hp gak ada sinyal, game takut makin mual. Jadilah tidur saja bermain demgan imajinasi sendiri.

Kurang 30 menit saya dibangunkan oleh Mas Yopie, sudah sampai. Ahhh sakin excited nya saya langsung duduk, ternyata salah posisi agak mual membuat saya kurang pas langsung duduk. Bukannya nyaman saya malah makin mual dan nggliyer, saya coba jaga keseimbangan pelan-pelan meski main mual. Pelan-pelan saya paksa duduk sambil antri turun dari kapal. Kapal kayu kami cukup besar jadi gak bisa langsung ke bibir pantai, akhirnya kami naik kapal kecil untuk lebih dekat sampai bibir pantai.
Anak Gunung Krakatau sudah dekat! Siap mendaki yoookk!

Menjulang Indah Anak Gunung Krakatau
Melihat dari kapal saya sudah takjub ah indah banget anak gunung krakatau ini. Setelah itu mikir lagi, bisa gak ya aku naik? Ahh kita coba, coba semaksimal mungkin yukkk! Gakk kuat ya udah duduk cantik aja, bahagia melihat teman-teman naik (alasan mulia gak capek hahaha)

Sebelum naik ritual utama yaitu kamar kecil, secara 5 jam diatas kapal tanpa buang air kecil itu rasanya istimewaaahhhh. Eh kamar mandi rusak jadilah kami buang air di bilik darurat. Uniknya air yang digunakan panas lho, gak perlu pakai pemanas air udah panas ngirit gas hehehe.  Sambil menunggu teman-teman sholat saya duduk cantik dibawah pohon sambil menghilangkan mual yang masih tersisa, bukan sisa sich tapi masih buanyaaaakkk pokoknya susah digambarkan.

Eh ia teman-teman yang belum makan di requestkan makan, tapi karena harus masak dulu jadilah kita milih naik gunung dulu. Laper naik gunung?? Lemes pasti, tapi semangat ya cooooyyyy.......Perlengkapan disiapkan daaaaannn saatnya naikkkkk. Tunggu kisaaahh selanjutnyaaaaa.........

Subscribe to receive free email updates:

14 Responses to "Lampung Krakatau Festival 2016 : Menggapai Krakatau Penuh Peluh"

  1. Typo Asal Yayan dan Maman dari Palembang bukan Lampung di paragraph perkenalan - aduh pake bersambung lagi ini.... Aku Dah gak sabar mau memeluk Krakatau dan berjuang Selamat sampai sekarang masih hidup

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh ia salah, udah ku ralat makasih kakak. Ia nich Peluh diawal lebih ringan daripada peluh di akhir. Muantep

      Delete
  2. Mangan ra mangan sing penting naik ke atas & poto-poto ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ogah mas naik keatas. Mabokk coooyyy #pingsan sayahh

      Delete
  3. typo tuh namanya mas Yopie di paragraf ketiga :)

    kerenn udah sampai anak KRakatau.. tapi kalau sampai ampe kapal kecil yaa bisa mabuk laut kalau saya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mas, saya juga mabokkkk. Hadyuuuhhh

      Delete
  4. Mudus nih pakai bersambung..:D.
    Kasian banget peserta ada yang gak kebagian makan, terus disuruh naik kapal-kapalan pula.
    Untung teman perjalannnya orang-orang yg asik semua

    ReplyDelete
  5. Aku malah typo nulis asal Mbak Ros kubuat dari Pontianak haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah nah nah, aku juga sering ngiranya begitu haha.

      Barbieh, ditunggu sambungannya hahaha. Jangan kau lupakan kepala kita yang kerap beradu saat bobok (((BOBOK))) bareng itu :D

      Delete
  6. Woah. Masih to be continued. Baeklah..haha..
    Berasa ikutan nggendol sama berbi. Xixixi

    ReplyDelete
  7. Ini lagi... aku dari Balikpapan, woi... *kunyah sandal.
    Kayaknya kudu perkenalan lagi, ne!

    ReplyDelete
  8. Huaaa barbie sempet mual ya di kapal. Saking lamanya ya barb.
    Ditunggu lanjutannya

    ReplyDelete
  9. Baca ini jadi keinget lagi.. Memori di kapal kayu :D

    ReplyDelete
  10. Baca ini jadi keinget lagi.. Memori di kapal kayu :D

    ReplyDelete