Kuliner Wisata

Kuliner Wisata

Pengelolaan Emosi Positif, Bunda Bisa Mendukung Perkembangan Anak Lebih Maju

Selama pandemi berlangsung, orang tua memang harus melakukan aktivitas di rumah saja atau WFH. Gunakan momen pandemi untuk hubungan orang tua dan anak lebih baik. Bila banyak Bunda yang mengeluhkan cara pengasuhan anak di rumah yang acap menyebabkan emosi negatif, maka ketahui pengelolaan emosi yang bisa mendukung perkembangan anak lebih maju

Dalam rangka Hari Ibu SBGM mengadakan webinar dengan tema ‘Mengelola Emosi Positif Bunda dalam Pengasuhan Si Kecil’, diharapkan para Bunda bisa menemukan cara mengelola emosi sehari-hari. Karena menjadi bunda itu tidak mudah, maka perlu kita mengelola emosi agar semua menjadi lebih baik baik dan lancar

Cara Bunda Mengelola Emosi Dalam Pengasuhan Anak Setiap Hari

Topik gangguan kesehatan mental yang dialami para Bunda selama membimbing dan mendampingi anak di rumah bukan hal asing. Sejak pandemi melanda Indonesia pada awal tahun 2020 hingga sekarang ini, peran Bunda memang harus berlipat ganda bukan sekadar mengurus rumah atau bekerja saja, tetapi wajib mengajari anak belajar di rumah. Stress membuat kesehatan mental para bunda menjadi terganggu. Padahal kesehatan mental Bunda sangat mempengaruhi perkembangan emosi anak. 

Hal ini diungkapkan oleh Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Psi., Psi. atau akrab disapa Bunda Nina mengenai pentingnya mengelola emosi positif dalam mengasuh si kecil. Berikut rangkuman #webinarSBGM dengan narasumber terpercaya yang dipandu host Radin Arsy yaitu :

1. Pandemi dan Kondisi Bunda

Pandemi di Indonesia masih menunjukkan tanda belum berakhir dengan angka yang terus bertambah seiring waktu. Tidak hanya peningkatan pada pasien yang terkonfirmasi kasus virus corona, tetapi ada peningkatan dampak pada efek psikologis semua orang. Khusus kondisi Bunda, tentu ada efek psikologis yang bisa lebih berbahaya dibandingkan dengan efek fisik.

Gangguan psikologis yang terjadi selama masa pandemi antara lain fobia saat keluar rumah, bertemu dengan orang asing di luar rumah, gangguan psikologis panic buying atau membeli berbagai kebutuhan sampai menumpuk di rumah, stress, ketakutan dan kecemasan, dan lain-lain. Tentu gangguan psikologi bisa memiliki kabar baik, misalnya Bunda yang sering makan di luar mulai bisa memasak sendiri, sedangkan kabar buruk bisa menimbulkan berbagai masalah baru.

2. Bunda dan Emosi Bunda

Ada jenis-jenis emosi yang harus dikenali Bunda agar bisa dikelola dengan baik, misalnya marah, terharu, percaya, kesenangan yang luar biasa, sedih, dan lain-lain. Bila emosi yang Bunda alami masih dalam kategori wajar, misalnya bersedih atau berduka saat ada saudara yang meninggal atau alami musibah tertentu, maka hal tersebut merupakan sesuatu yang alami. 

Namun, hindari mengatakan hal-hal tidak boleh marah atau sedih saat mengalami kejadian yang memicu kemunculan emosi tersebut. Pasalnya, hal ini yang disebut dengan toxic positivity yang bisa membuat Bunda tidak bisa menerima diri dengan baik. Mengenali segala jenis emosi yang beragam menjadi kunci dalam pengelolaan emosi yang positif.

Tentu dalam pengelolaan emosi, Bunda bisa saja mengalami stress atau tekanan yang dialami berlebihan. Bila level stress berada dalam jumlah kecil, maka Bunda bisa mendapatkan performa yang bagus. Hal ini dikarenakan orang yang tidak memiliki stress bisa saja dilanda rasa bosan, kurang produktif dan lain-lain. Namun, hindari pula memiliki jumlah stress yang terlalu banyak sehingga berakibat pada kesehatan fisik dan mental yang terganggu.

Stress Bunda yang tidak terkendali bisa menyebabkan dampak buruk dalam pola pengasuhan anak seperti tindak kekerasan pada anak, anak sering diabaikan, anak menjadi lebih manja, pekerjaan semakin bertambah berat, fisik menjadi lebih mudah sakit, hubungan dengan Ayah menjadi kurang harmonis, dan masalah lainnya.

3. Tips Emosi Positif Bunda

Sumber stress yang menumpuk pada Bunda tidak hanya disebabkan oleh anak saja, tetapi Anda yang harus mengurus orang tua lansia. Penting bagi Bunda untuk memahami bahwa apa yang terjadi pada fisik berkaitan erat dengan kondisi mental, begitu pula sebaliknya. Guna menjaga kesehatan emosi pada Bunda harus mencoba melakukan kebiasaan baru yang menjadi pola hidup sehat. 

Contoh pola hidup yang lebih sehat antara lain makan makanan bernutrisi, memiliki jam istirahat setidaknya 6-8 jam sehari, olahraga yang rutin, dan hindari rokok atau alkohol. Bila ada anggota keluarga yang merokok, sebaiknya lakukan diskusi atau meminta Ayah yang merokok di luar rumah. Jangan lupa untuk melakukan teknik menenangkan diri saat memiliki emosi yang berlebihan seperti terlalu marah, terlalu sedih atau kecewa. 

Cobalah menghitung napas dalam satu menit untuk memahami emosi dalam diri Bunda. Dalam satu menit, Bunda yang memiliki napas selama 20 kali lebih memiliki kesulitan menenangkan diri atau lebih mudah panik. Lakukan teknik pernapasan lebih tenang dan pelan agar bisa menguasai diri lebih baik. 

Selain teknik menenangkan diri, Bunda bisa melakukan tips pengelolaan emosi dengan grounding tools atau menemukan apa yang bisa Anda lihat, sentuh, dengar, bau, dan rasakan. Bila Bunda mendadak alami emosi berlebihan, maka ambil napas lebih dulu dan pahami kondisi sekitar. Bunda harus memahami apa yang tidak bisa dikontrol dari orang lain seperti perkataan atau tindakan, tetapi Bunda bisa mengontrol perkataan atau sikap sendiri. Jangan mengekspresikan kekesalan pada orang lain atau anak, menyakiti diri sendiri dan melakukan omongan negatif pada diri sendiri.

Lakukan pula batasan tubuh dan psikis agar bisa mengendalikan diri, selalu terhubung dengan anak, keluarga atau orang tercinta dan hindari fokus pada gawai terus menerus. Tetap melakukan sosialisasi dengan orang lain selama masa pandemi melalui kecanggihan teknologi. Bila Bunda sudah menjalani beberapa tips mengelola emosi, tetapi tidak kunjung mendapatkan hasil yang positif, segera lakukan konsultasi dengan psikolog klinis untuk mendapatkan tindakan penanganan lebih serius.

Apresiasi dan peran Bunda menjadi hal penting dalam mengasuh anak setiap hari demi mendukung pertumbuhan mereka lebih maju. Pada perayaan Hari Ibu 22 Desember 2021 ini, Bunda wajib memberikan reward pada diri sendiri karena berhasil melakukan kegiatan harian dengan baik, mengasuh dan mendidik si kecil di rumah dan selalu tekankan bahwa diri Anda merupakan pribadi yang positif atau hindari omongan negatif diri sendiri, ya!

Yuk, ikutan Klub Bunda Generasi Maju!

Guna Bunda selalu mendapatkan informasi, tips dan trik atau sesi konsultasi dengan ahli dalam mendukung tumbuh kembang anak dari nutrisi makanan. Cukupi kebutuhan kalsium dan zat besi anak dengan makanan yang sehat ditambah minum susu rutin dari produk SGM terbaru yaitu SGM EKSPLOR 1 PLUS PRO-GRESS MAXX DENGAN IRONC. 

Para Bunda yang bergabung dengan Klub Bunda Generasi Maju bisa melakukan pertanyaan dengan tim ahli dari berbagai latar belakang pendidikan gizi, kebidanan dan perawat seputar produk, nutrisi dan stimulasi si kecil sesuai usia mereka lewat layanan Sahabat Bunda, kuliah whatsapp, Webinar, atau live streaming.

Daftarkan diri Bunda dan si kecil yang berusia diatas 1 tahun untuk menikmati hadiah langsung dari Klub Generasi Maju via SMS atau WA tanpa dipungut biaya. Dapatkan program keunggulan webinar, program bonus poin, dan hadiah menarik lain, ya! Kegiatan Webinar SGBM khusus ibu dengan tema ‘Mengelola Emosi Positif Bunda dalam Pengasuhan Si Kecil’ yang dilangsungkan pada Hari Ibu berjalan lancar, penuh informasi positif, kuis, dan hadiah bagi Bunda yang beruntung. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengelolaan Emosi Positif, Bunda Bisa Mendukung Perkembangan Anak Lebih Maju"

Post a Comment

Terkini