Kulinerwisata

Menikmati Keraton Solo bersama Teman-teman Netizen Gathering

Gerbang Kerton Solo

Pukul 14.00 kami sudah berkumpul di Lobby Hotel LorIn Solo, satu per satu dari kami bebas masuk ke mobil yang sudah disediakan. Kami diberi fasilitas 3 mobil Elf untuk mengikuti City Tour. Setelah semua peserta sudah kumpul dan check list usai kami mulai berangkat menuju ke tempat pertama yaitu Keraton Solo. Sebelum berangkat kami semua sudah makan siang dan di mobil sudah disediakan snack untuk kami, biar gak gampang sakit katanya. hehehe

Perjalanan dari Hotel Lorin ke Keraton Solo ditempuh selama kurang lebih 45 menit, meski agak lama tetapi kami sangat bersemangat untuk mengetahui sejarah tentang kota ini. Selain itu selama di mobil kami foto-foto dan ngobrol untuk menambah keakraban dengan teman-teman blogger apalagi yang baru kenal dalam acara ini. Semakin mengenal dekat mereka semakin banyak pengalaman dan pelajaran baru yang kita peroleh, selain itu persahaban yang terjalin pun semakin menyenangkan.

Akhirnya setelah sampai kami berkumpul di depan keraton dan langsung di terima oleh seorang abdi dalem yang akan menemani kami selama menikmati indahkan Keraton Solo ini. sebelum masuk kami dijelaskan bahwa bagi teman-teman yang menggunakan sandal harus dilepas atau cekeran, tapi untuk yang menggunakan sepatu boleh digunakan. Karena ada beberapa teman menggunakan sandal akhirnya mereka melepas sendal sebagai tanda penghormatan terhadap keraton dan mengikuti tradisi yang sudah ada dan turun temurun.

Keseruan di Mobil kami bersama teman-teman
Kami diajak memasuki pintu utama yang tidak bisa dimasuki sembarang orang, karena kami termasuk tamu khusus akhirnya kami diperbolehkan untuk melewati pintu utama. Jika sebagai wisatawan kami biasanya masuk melalui pintu samping, jadi langsung memasuki area tengah. Setelah memasuki pintu utama kami dipersilahkan masuk mengikuti koridor yang ada sambil melihat sekeliling lahan yang luas dengan pasir sebagai tanahnya. Setelah koridor kami memasuki ruang tunggu, ruang ini digunakan sebagai ruang tunggu tamu yang akan menghadap ke Raja di Kasunanan Surakarta. Di Ruang Tunggu ini juga dipasang Foto Raja-raja Surakarta dari dulu hingga saat ini. Selain itu juga dijelaskan bahwa Keraton Solo memiliki kekerabatan yang cukup dekat dengan Keraton Yogyakarta.

Setelah itu memasuki taman yang sangat luas dengan pasir bukan tanah, konon pasir ini berasal dari pantai selatan. Di taman ini dipercaya tidak pernah terjadi genangan air atau banjir dikarenakan air yang ada diserap cepat oleh pasir yang masuk ke pori-pori bumi sehingga tidak terjadi "jemek", setelah itu diajak ke ruang utama yang biasa digunakan oleh kerajaan dalam melakukan acara adat keraton. Ruangan ini saat ini sedang dipugar agar tetap terlihat bagus, meski dipugar tetap tidak meninggalkan keasliannya agar tetap baik dan terjaga. Lampu-lampu yang ada dengan ornamen kuno tinggalan zaman dulu dibungkus rapi agar tetap terjaga kebersihannya dan aman dari burung-burung yang kadang bersarang disana. 

Selain itu juga ada mercusuar yang tinggi, mercusuar dulu digunakan sebagai tempat abdi dalem untuk melihat sekeliling keraton  memastikan semuanya baik dan tidak terjadi apa-apa. Mercusuar ini terbuat dari bahan yang sangat tebal, ketebalannya sekitar 2 bata berjejeran dengan harapan bahwa mercusuar ini aman untuk berlindung dan bisa menjaga keamanan keraton. Setelah memasukin keraton kami diajak untuk memasuki museumnya melihat keindahan barang-barang zaman dulu yang tetap dijaga agar tetap baik dan tidak rusak. Cukup lama kami berkeliling menikmati indahnya Keraton Surakatta dan sejarah yang ada di dalamnya.

Setelah usai kami berkeliling akhirnya kami diantar ke pintu masuk untuk kembali ke Mobil berkumpul dan melanjutkan perjalanan. Terima Kasih Keraton Solo dan Abdi Dalemnya

Abdi Dalem Keraton Surakarta







Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "Menikmati Keraton Solo bersama Teman-teman Netizen Gathering"

  1. Mbaaak, kalo ga kliru ada ibu2 yang bilang para perempuan diminta nyewa rok?

    Itu kok gak jadi ya? Masih penisirin deh eikeh. yang ngelobi siapa yak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia tuch eyke juga aneh. Tapi malahane, aku pake kain kaya arem2 ntar hahaha

      Delete
  2. Aku belum pernah ke sini ... Pasti seru banget

    ReplyDelete